Jumat, 21 Juni 2013

Wafatnya Ketua MPR RI Taufiq Kiemas

ILUS_RENUNG
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Indonesia kembali kehilangan tokoh nasional. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Taufiq Kiemas, telah berpulang ke rahmatullah. Tokoh nasional ini wafat pada Sabtu (8/6) di Singapura.
Saat wafat, masih berada di bulan Rajab, semoga menjadi berkah bagi arwah Pak Taufiq Kiemas. Segala bekal yang berupa amal ibadah yang  pernah ditanamnya,  mudah-mudahan diterimah Allah sebagai amalan yang diperhitungkan-Nya. Sehingga menjadi kendaraan arwah Pak Taufik menuju Allah SWT.
Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain? Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57).
Kebanyakan orang menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, seseorang biasanya menyibukkan dirinya dengan hal-hal yang sangat bertolak belakang dengan kematian. Mereka berpikir tentang bagaimana menjadi anggota DPRRI dan DPRD dengan cara yang curang. Selain itu, berebut menjadi bupati, walikota, gubernur dengan cara licik dan kotor. Juga memperbesar keanggotaan partainya dengan cara menipu rakyat dengan menggunakan uang milyaran untuk mencapai tujuan tersebut. Hal-hal ini merupakan persoalan-persoalan penting yang sering kita pikirkan. Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.
Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh mereka yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Mereka menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia, seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini.
Sekalipun begitu ingatlah selalu, tidak ada yang menjamin bahwa seseorang akan hidup dalam satu jam berikutnya. Tiap hari, orang-orang menyaksikan kematian orang lain di sekitarnya tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian dirinya. Ia tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggunya!
Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh anda setelah anda mati nanti.
Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat.
Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.

sendang songo

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

 
biz.